Pencemaran Air di Bekasi: Data Risiko Kesehatan Nyata

Jakarta – Jumlah desa yang terdampak pencemaran air di Kabupaten Bekasi masih tergolong tinggi dalam lima tahun terakhir. Data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat yang dirilis pada 27 Januari 2026 menunjukkan sebanyak 47 desa mengalami pencemaran air pada 2022 dan 2023. Angka tersebut kemudian turun menjadi 33 desa pada 2024.

Tren Fluktuasi Pencemaran Air di Bekasi

Berdasarkan data tersebut, tren pencemaran air di Kabupaten Bekasi mengalami fluktuasi sejak 2020. Tercatat sebanyak 46 desa menghadapi masalah pencemaran pada 2020. Angka ini sempat turun menjadi 45 desa pada 2021, sebelum akhirnya melonjak kembali menjadi 47 desa pada 2022 dan bertahan hingga 2023.

Kondisi ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan bagi masyarakat. Terutama bagi warga yang masih mengandalkan air sungai tercemar untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut artikel kesehatan dari Halodoc.com berjudul “Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Air Sungai Tercemar”, air yang terkontaminasi bakteri seperti E. coli dan Salmonella dapat memicu infeksi saluran pencernaan. Beberapa penyakit yang mengintai antara lain diare, kolera, dan tipus.

Selain infeksi bakteri, paparan jangka panjang terhadap logam berat di air sungai juga berbahaya. Kandungan zat kimia tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan organ dalam hingga gangguan saraf. Umumnya, gejala infeksi akibat sanitasi buruk ditandai dengan demam tinggi dan nyeri tubuh, khususnya pada anak-anak.

Kualitas Sungai dan Penyakit Lingkungan

Dampaknya di Sektor Pertanian

Temuan serupa muncul dalam Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung yang berjudul “Dampak Pencemaran Sungai di Indonesia terhadap Gangguan Kesehatan: Literature Review”. Penelitian tersebut menegaskan adanya korelasi kuat antara penurunan kualitas sungai dengan meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan. Faktor utamanya adalah buruknya akses terhadap sanitasi dan air bersih.

Dampak kesehatan yang timbul sangat bergantung pada jenis polutan yang mengendap. Polutan tersebut mulai dari limbah domestik, bakteri, hingga kontaminasi logam berat serta zat kimia industri.

Daftar Gangguan Kesehatan Akibat Air Tercemar

Secara spesifik, berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang paling sering menyerang masyarakat:

  • Kanker: Paparan jangka panjang zat kimia berbahaya dalam air tercemar meningkatkan risiko kanker.
  • Diare: Bakteri, virus, atau parasit dalam air kotor memicu penyakit ini. Konsumsi air yang tidak higienis menjadi penyebab utama.
  • Penyakit Kulit: Air tercemar menyebabkan gatal-gatal, iritasi, ruam, hingga infeksi jamur saat warga menggunakannya untuk mandi atau mencuci.
  • Kolera: Bakteri Vibrio cholerae menyebar melalui air tercemar dan memicu infeksi saluran pencernaan.
  • Disentri: Bakteri atau parasit dalam air menyebabkan infeksi usus yang ditandai dengan diare berdarah dan sakit perut.
  • Tifus (Demam Tifoid): Bakteri Salmonella typhi menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi.
  • Hepatitis A: Virus hepatitis A menyebar melalui air yang tercemar limbah tinja manusia.
  • Keracunan Logam Berat: Air yang mengandung merkuri, timbal, atau arsenik merusak saraf, ginjal, hati, serta mengganggu perkembangan anak.
  • Gangguan Pencernaan: Konsumsi air yang tidak bersih memicu mual, muntah, sakit perut, dan infeksi lambung.
  • Gangguan Ginjal dan Hati: Paparan bahan kimia berbahaya dalam jangka panjang merusak fungsi organ vital tubuh.
  • Stunting pada Anak: Kualitas air dan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko infeksi berulang. Hal ini berdampak buruk pada pertumbuhan anak.
  • Leptospirosis: Bakteri dari urine tikus menyebar melalui genangan air yang tercemar.

Langkah Bersama Untuk Pencegahan

Pembuangan Limbah ke Sungai

Masyarakat dan pemerintah perlu bekerja sama untuk mencegah dampak kesehatan akibat air tercemar. Beberapa langkah penting untuk menekan risiko pencemaran meliputi penggunaan air bersih, pengelolaan limbah rumah tangga dan stop membuang sampah ke sungai, pengelolaan limbah industri, serta pengawasan kualitas air secara rutin

Berikut video kondisi pencemaran di Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang dirilis oleh Bekasi iNews.id

@bekasiinews.id

Tumpukan sampah memenuhi aliran kali CBL, Desa Muara Bakti, Babelan, Bekasi, terekam video udara (drone). Sampah diperkirakan sampai puluhan ton itu diduga dibuang sengaja oleh para oknum pengelola sampah perumahan yang berada di wilayah Babelan tersebut. sumber video:IG Ilhamapriyanto artikel: bekasivoice #berita #daerah #banjir #hujan #sungai #kali #CBL #kalicbl #aliran #sampah #cikarang #bekasi #tambun #muarabakti #babelan #kabupatenbekasi #bekasi #jawabarat #dlh #pemerintah #fyp #fyp #fypviral #viral #videoviral #viraltiktok #inews #udara #dronevideo #drone

♬ Story Backsound – Dadang Musik

Berikut video dampak pencemaran dari sungai Cileungsi yang dirilis oleh Dakta Media

One thought on “Bekasi Darurat Pencemaran Air: Data Menunjukkan Risiko Kesehatan yang Nyata.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *